Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

# PELAJARAN BERHARGA dari seorang syaikh yang soleh #


Syaikh Ahmad Salim Baduwailan menuturkan sebuah kisah nyata syarat akan makna. Beliau menceritakan sebagai berikut :

Ini adalah kisah nyata yang di alami seorang syaikh yang bertaqwa. Ia mempunyai seorang anak laki-laki berusia 5 tahun. Pada suatu hari anak itu sakit keras, kemudian sang ayah membawanya ke dokter untuk mengetahui penyebab naiknya suhu tubuhnya yang tiba-tiba. “Anak ini mengidap  penyakit kronis dan tidak bisa disembuhkan. Tidak lama lagi dia pasti mati.” Demikianlah dokter itu berkata kepada mereka.

Kesedihan menghimpit syaikh yang shalih dan bertaqwa ini. Tapi, tidak lama kemudian ia segera disadarkan oleh suara akalnya yang mengingatkan kepada hadist Nabi Muhammad, “obatilah orang-orang sakit dengan bersedakah”(HR. Baihaqi No. 6832)

Oleh arena itu setelah syaikh ini bangun di malam hari seperti biasanya untuk melaksanakan sholat tahajud dan berdo’a, ia memutuskan untuk keluar ke jalan dan mencari orang miskin yang mau menerima sedekahnya. Tetapi ia tidak menemukannya. Sebab, udara sangat dingin dan semua orang terlelap tidur di rumah masing-masing. Akan tetapi, ia menemukan seekor kucing cantik berwarna putih yang tengah menyusui anak-anaknya. Kucing itu terlihat lapar sekali. Syaikh itu langsung pulang ke rumahnya untuk mengambil beberapa potong daging dan memberikannya kepada kucing itu dengan niat sedekah karena Allah.

Kemudian ia kembali ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah itu, ia tidur sejenak. Tetapi ia melihat mimpi yang aneh. Ia melihat seekor burung gagak berwarna hitam menyerang anaknya untuk menerkamnya, sementara anak itu menangis meminta tolong. Dan tiba-tiba muncul seekor kucing cantik berwarna putih yang langsung menyerang burung gagak itu dan mencabik-cabiknya. Maka selamatlah anak itu.

Syaikh itu bangun pagi hari tanpa mengerti makna mimpinya yang aneh itu. Akan tetapi, seperti biasanya ia membawa anaknya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan observasi.

Lalu dokter itu terheran-heran dan memberitahunya bahwa anaknya tidak mengidap penyakit apa pun. Hingga syaikh itu teringat pada mimpinya dan sedekah yang ia lakukan secara sembunyi-sembunyi di tengah kegelapan malam. Ia bersyukur kepada Allah atas karunia itu.
Anak itu pun tumbuh besar dan menjadi pemuda yang bertaqwa, hafiz Al-Qur’an, bersuara merdu dan penyayang.

Demikianlah, saudaraku. Dari syaikh inilah saya belajar bersedekah secara rutin, walaupun sedikit. Kemudian Alhamdulillah saya selalu menemukan kemudahan. Saya berharap kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah ini dan selalu ingat pada orang-orang miskin.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Orang-orang penyayang selalu disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah orang yang ada di bumi, maka kamu akan disayangi oleh yang ada di langit.” (HR. Thabrani)

(lihat kitab : Mausu'atul Qashashal Mu'atstsirah)
====================

Sahabat pecinta yatim dan dhu'afa di manapun berada yang semoga dalam kesuksesan dunia akhirat, LAGI-LAGI kisah nyata yang membuktikan dahsyatnya sedekah. Sebuah niat kuat hendak bersedekah namun niatnya terhalang karena tidak mendapati orang yang akan disedekahi. setelah memberi makan seekor kucing, maka Allah memberikan kesembuhan untuk anak syaikh tersebut. subhanalloh...

LALAU BAGAI MANA BILA YANG DISEDEKAHI ITU ADALAH ANAK-ANAK YATIM DAN DHU'AFA....????
TERLEBIH MEREKA ADALAH PARA PENGHAFAL QURAN DAN PENCARI ILMU AGAMA.....
SEBERAPA BESARKAH PELUANG TERKABULNYA DO'A DIBANDING DENGAN SEDEKAH KEPADA SEEKOR KUCING...??

DISAAT JALAN TELAH BUNTU, MAKA SEDEKAH MEMBUKA JALAN BARU....

yang dibutuhkan adalah KEIKHLASAN sehingga sebenarnya Alloh Ta'ala hanya menerima dari yang ikhlas, juga selain itu materi yang disedekahkan juga harus dari kasab yang halal... maka dengan demikian sempurnalah sedekah yang dilakukan....
wallohua'lam bissowab.....

[Kisah Nyata] DARI JORDAN, AZAB KUBUR YG MENGERIKAN

Sepasang wanita muda sedang duduk duduk pada sebuah bar di hotel berbintang lima, dengan pemandangan “Laut Mati” (Dead Sea), sekitar 40 km dari kota Amman Ibu kota Jordan, hotel itu terletak sangat dekat dengan perbatasan Israel, mereka sedang menikmati “Tequilla”, itulah salah satu jenis minuman keras yang paling umum disana.

Ketika dalam perjalanan pulang, keduanya menyaksikan seorang wanita yang tergeletak di tengah jalan, keadaannya sangat mengerikan, wanita itu sangat dikenal oleh keduanya, seorang PSK yang selalu mabuk dari hasil kerjaannya, wanita itu tergeletak di tengah jalan dalam keadaan tak bernyawa, perutnya yang buncit dan menonjol menunjukkan bahwa ia sedang hamil tua telah pecah, sedangkan dilehernya masih tergantung termos besi yang berisi arak.

Wanita itu tewas disebabkan menyeberang dalam keadaan mabuk. Tubuhnya yang kurus dengan perut yang buncit itu dihantam sebuah truk peti kemas hingga terlempar. Belum cukup hantaman truk besar itu melandanya, tubuh wanita itu bagaikan panah lepas dari busurnya menghantam tebing karang disamping jalan. Lalu tubuh penuh dosa itu terhempas di kerikil tajam di teras jalan.

Tulang kepalanya remuk, sebagian kulit kepala dan rambutnya masih menempel di tebing karang. Paha kanannya sudah terpisah dari tubuhnya. Perutnya robek serta kepala bayi kecil tersembul dari perut ibunya yang bermandikan darah dan arak yang berasal dari termos yang penyok sekaligus meremukkan tulang rusuknya, bayi itu masih tampak bergerak-gerak, terkejang-kejang, lalu diam untuk selamanya. Pemandangan menyeramkan itu membuat kedua wanita itu pucat pasi dan jatuh pingsan.

Keesokan harinya kedua wanita itu saling bertemu di sebuah Mall di Pusat kota Amman, akan tetapi yang satu sudah jauh berubah, ia telah mengenakan jilbab lengkap, wajahnya sudah memancarkan cahaya tobat, dan kelopak matanya membengkak karena banyak menangis. Wanita kedua tampak kaget, “Hei…apa aku tak salah lihat?” serunya dengan pandangan keheranan.

Wanita pertama hanya menunduk dan berkata lirih, “Aku telah kembali pada bimbingan Tuhanku, aku takut dan malu padaNya, aku jijik terhadap diriku, aku rindu pada keindahan, aku rindu pada kesucian, aku rindu pada kemuliaan, hanya Tuhanku yang mau mema’afkanku, hanya Tuhanku yang dapat memuliakanku, hanya Tuhanku yang dapat menyucikanku…” Belum selesai ia berbicara wanita kedua sudah berlalu dari hadapannya.

Tiga bulan berlalu tanpa terasa, kedua wanita itu sudah tak pernah berhubungan lagi, wanita pertama sedang asyik menikmati cahaya ayat-ayat Allah, ia duduk di kursi kayu di beranda rumahnya, melewatkan sore harinya bersama Al-Qur’an, yang dahulu sore harinya ia habiskan bersama Tequilla.

Tiba tiba Ponselnya berbunyi seakan hendak memutus kenikmatannya, tetapi ia enggan memutus ngajinya, ia biarkan selular itu berbunyi, berhenti dan berbunyi lagi, lalu berhenti dan berbunyi lagi, akhirnya dengan sangat berat ia menghentikan bacaan Al-Qur’annya dan menjawab telepon, ternyata si penelepon adalah temannya yang sudah tiga bulan tak pernah mau berhubungan dengannya.

Temannya berkata lirih, “Bagaimana sih caranya bertobat..?” Dengan gembira wanita shalihah itu menjelaskan cara cara shalat, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah Indah lainnya.

Tetapi temannya terdiam dan berkata dengan berat, “Sholat..?, pake jilbab..?, aduh malas ah, aku berat melakukannya. Tapi…., aku butuh ketenangan.” Wanita shalihah itu berusaha meyakinkan bahwa Ibadah dengan diawali tobat adalah ketenangan yang sangat indah. Namun temannya memang kepala batu, seraya berkata, “ngga deh.., aku belum mau jadi biarawati..!”, seraya memutus hubungan teleponnya.

Tiga hari kemudian wanita shalihah itu mendapat kabar bahwa temannya telah menemui ajalnya. Lalu ia bergegas untuk melayat ke rumah temannya dan ternyata jenazah telah menuju pusara untuk dimakamkan.

Sesampainya ia dirumah temannya ia bertemu ibu dari temannya tersebut yang juga terlambat, karena datang dari luar kota. Ibu itu tergopoh-gopoh menuju pusara anak perempuannya didampingi si wanita shalihah. Ketika tiba ternyata penguburan telah selesai. Si ibu berteriak menjerit-jerit, ia menjambak rambut dan merobek bajunya memaksa untuk melihat jenazah anaknya terakhir kali.

Penguburan dan talqin sudah usai, namun permintaan ibu membuat para hadirin menjadi bingung. Mereka berusaha menyabarkan Sang ibu, namun ibu itu terus memaksa dengan terus merobeki bajunya. Akhirnya permintaannya pun dengan berat diterima, kuburan itu di gali lagi atas permintaan keluarganya.

Penggalipun dengan cepat menggali pusara itu. Namun ketika sampai pada kayu penutup mayat, ternyata kayu kayu itu sudah hancur. Mereka menyingkirkan kayu kayu itu dengan penasaran… semua wajah melongokkan pandangannya ke liang kubur. Lalu kayu-kayu hancur itu pun disingkirkan dengan hati-hati, maka terlihatlah pemandangan yang sangat mengerikan.

Kain kafan penutup mayat itu sudah hancur berserakan, mayat wanita itu hangus terbakar, rambutnya kaku bagaikan jeruji besi, hampir mirip sapu ijuk, kedua bola matanya berada dipipinya dalam keadaan kuncup bagaikan buah kering yang terbakar. Dan lidahnya terjulur keluar serta dari mulut, mata dan telinganya mengalirkan asap yang berbau daging hangus.

Semua sosok yang menyaksikan pemandangan itu terlonjak mundur. Ibu dan wanita shalihah itu sudah sedari tadi jatuh pingsan. Dan para penggali kubur yang sudah melompat keluar liang itu dengan tanpa pikir panjang menimbun liang itu dengan cepat dan lari meninggalkan pusara.

Wanita shalihah itu semakin giat beribadah. Ibu wanita malang tadi sudah menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Dan kubur itu menjadi kuburan terakhir yang dimakamkan di pemakaman itu, karena tak ada lagi orang yang mau menguburkan keluarganya di makam itu.

Firman Allah : “Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.”(QS:Al-Hasyr-21).

Wallahua’lambishShawwab ....
Barakallahufikum, Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci Salam santun dan keep istiqomah. Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini. Itu hanyalah dari kami dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan. 
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya. Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat. #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI# 
Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta AstaghfirukaWa'atuubuIlaik



Sumber: http://ceritaislamm.blogspot.com/2012/11/kisah-nyata-dari-jordan-azab-kubur-yg.html

[Kisah Nyata] Sapi Tua Wanita Miskin di Gaza

Kisah nyata ini terjadi di salah sebuah daerah di Yaman.Kisah penderitaan dan
kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua orang marah,
benci, dendam dan sedih. Dimana korban kebanyakan adalah anak-anak kecil tak berdosa
yang menjadi korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti.
Tragedi dahsyat ini juga sampai juga ke telinga seorang perempuan tua yang hidup
miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan
pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha sekuat upaya untuk mencoba
membantu sekadar semampunya. Kebetulan , ‘harta’ yang dia punya adalah seekor sapi tua,
terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya.

Dengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berniat
menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke
salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu.
Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid
untuk melaksanakan ibadat tersebut.

Ketika itu, betapa ramai yang melihat dan memperhatikan perempuan tua nan miskin
dengan sapinya yang berada di sisi luar masjid. Ada yang mengangguk, ada yang
menggeleng kepala. Tak terkecuali ada juga yang tersenyum sinis, tertawa, mengejek melihat
perempuan miskin yang setia berdiri di sisi sapinya.
Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun
sesekali memperhatikan dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan sapi itu masih di situ yang
tanpa rasa malu atau segan diraut wajahnya.

Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudian dilakukan, biar dibakar terik
mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan sapi tua itu masih saja di
situ.

“Tolonglah.. bawalah sapi ini ke Gaza. Inilah saja yang aku punya. Aku ingin benar
membantu mereka,” ulang perempuan yang tidak dikenali itu. Imam tadi masih
keberatan.Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain. Semua
pandangan tertumpu kepada perempuan dan sapi tuanya itu.

Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mulai berkaca dan berair namun tetap
tidak beranjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika suasana.
Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea: ”Tak mengapalah,
biar aku beli sapi perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa uang itu kemudian
sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza.
Imam kemudian nampak setuju. Perempuan miskin tua itu kemudian menyeka air
matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun sepertinya setuju dengan pendapat jemaah
itu.
Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat
lagi: ”Bagaimana kalau kita rama-ramai membuat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk
membeli sapi ini dan duit nya nanti diserahkan ke Gaza?”

Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak muda ini
diterima semua orang. Kemudian dalam beberapa menit para jemaah berebut-rebut
menyedekahkan uang mereka untuk dikumpulkan dengan cara lelang tertinggi.
Segera setelah jemaah selesai solat dan berdoa, tiba-tiba perempuan itu dengan
tergesa-gesa menarik sapi itu membawanya ke depan pintu masjid sambil menanti dengan
penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar. Ramai juga orang yang tidak beranjak
dan perasaan ingin tahu, apa yang bakal dilakukan oleh perempuan tua itu.

Tatkala imam masjid keluar, perempuan tua itu bingkas berkata :”Wahai imam, aku
telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza. Aku seorang yang miskin tetapi aku
bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya sapi yang ku punyai untuk
dibawa ke Gaza, untuk di berikan kepada penduduk di sana.”
Gaduh seketika orang yang berada di masjid itu. Imam kaget dengan permintaan
perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana membawa sapi tua itu ke
Gaza? Kemudian para jemaah mulai bercakap-cakap. Ada yang mengatakan tindakan itu
tidak munasabah apalagi sapi itu sudah tua dan tiada harga.

Ada yang mulai menawar dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika.
Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh selama proses lelang sapi tersebut.
Akhirnya sapi tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu dibeli
dengan harga 500,000 riyal, setelah itu uang diserahkan kepada imam masjid, semua sepakat
membuat keputusan itu, kemudian salah seorang jemaah berbicara kepada perempuan tua itu.
“Kami telah melelang sapi kamu dan telah mengumpulkan uang sejumlah 500,000
riyal untuk membeli sapi itu.

“Akan tetapi kami telah sepakat, uang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam
untuk disampaikan kepada penduduk Gaza dan sapi itu kami hadiahkan kembali kepada
kamu,” katanya sambil memperhatikan perempuan tua nan miskin itu yang kembali
meneteskan air mata…gembira.
Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, niat perempuan miskin itu untuk
membantu meringankan beban penderitaan penduduk Palestina akhirnya tercapai dan
dipermudahkan sehingga terkumpul uang yang banyak tanpa kehilangan “harta” satu-satunya
yang ada . Subhanallah.













Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/2271400-kisah-nyata-sapi-tua-wanita/#ixzz2CosIW455

 
Copyright © 2012. ADITYA STATION - All Rights Reserved